Wah..bumi memanas..!!

Laporan dari Panel Antar-negara tentang Perubahan Iklim (IPCC) tahun 2001 menyatakan bahwa ternyata sejak tahun1861 terjadi peningkatan suhu udara sebesar 0,6 derajat celsius (atau lebih kurang 1 derajat farenheit).  Panel setuju bahwa pemanasan bumi terjadi akibat aktivitas manusia yang menghasilkan gas-gas rumah kaca.

Gas-gas ini dihasilkan oleh aktivitas manusia melalui mesin kendaraan, mesin industri, dan lain-lain. Pengaruhnya adalah, masih menurut IPCC, bahwa apabila tidak dilakukan efisiensi energi maka diperkirakan suhu bumi akan meningkat 1,4 – 5,8 derajat celsius pada tahun 2100 nanti.

Wah..panasnya pasti akan tidak tertahankan lagi…bayangkan jika sekarang suhu udara di Jakarta berkisar antara 28 – 30 derajat celsius, dan mengalami kenaikan..ambil saja nilai tengah antara 1,4 – 5,8 yaitu 3,6 derajat, berarti suhu udara kota Jakarta akan memiliki kisaran antara 31,6 – 33,6 derajat celsius.

Dengan suhu yang biasanya 28 -30 derajat saja sudah kegerahan, apalagi jika naik lebih tinggi…hmmm

Sebenarnya negara-negara di dunia memiliki kesepakatan untuk bersama-sama mengurangi emisi gas buang yang menghasilkan efek rumah kaca ke lingkungan melalui kesepakatan dalam Protokol Kyoto. Indonesia sendiri sudah mengambil langkah berani untuk ikut ambil bagian dalam penurunan emisi gas rumah kaca ini. Sejak selesainya Konferensi Dunia dalam Rangka Perubahan Iklim (UNFCCC), Indonesia melalui Kementrian Negara Lingkungan Hidup langsung memutuskan untuk menghentikan impor bahan kimia mengandung CFC dan metil bromida, sebagian bahan penyebab terjadinya efek gas rumah kaca.

Selanjutnya mungkin adalah kerjasama dari semua pihak untuk ikut berperan serta dalam efisiensi penggunaan energi (terutama energi yang tak terbarukan), pemanfaatan energi secara bijak , dan menghilangkan budaya boros energi.