Jalur khusus bis (busway) diresmikan oleh Gubernur Sutiyoso dengan tujuan agar kemacetan lalu lintas berkurang dan orang-orang mulai mengalihkan sarana transportasinya dari milik pribadi ke publik. Jalur khusus ini dibangun dengan satu perintah spesifik yaitu bahwa tidak boleh ada kendaraan lain yang dapat melalui jalur khusus ini. Bahkan pada awal mula penggunaan jalur ini, seorang Wakil Presiden pun dilarang melaluinya. Cukup tegas…

Setelah tahap pertama yang dinilai sukses, Pemda meneruskan kegiatan pembangunan jalur khusus bis ini. Tetapi pemilihan jalur yang tidak memperhatikan besar jalan, jumlah ruas jalan dan area yang akan dilewati sepanjang jalan mengakibatkan pada beberapa wilayah, jalur khusus bis ini menjadi “sia-sia” jika diperhadapkan pada tujuan awal dengan cita-cita “jalur khusus bis bebas macet”

Setelah beberapa tahun berlalu, sepertinya budaya “malas menjaga” sudah mulai menghinggapi Pemda DKI Jakarta. Dengan alasan kemacetan pula, Gubernur Fauzi Bowo melepaskan “hak khusus” bagi jalur ini agar dapat dilalui oleh kendaraan umum maupun pribadi. Ketidak-konsistenan Pemda dalam hal mengelola jalur khusus ini mengesankan bahwa pembangunan jalur ini bukan lagi untuk kepentingan publik agar dapat mengalihkan sarana transportasinya dari pribadi ke publik melainkan menjadi ajang proyek yang “kalau tidak dikerjakan mendapat kecaman”.

Contohnya dapat terlihat dari jalur koridor 7 (Kp. Rambutan – Kp. Melayu), setiap hari, jalur ini tidak pernah lancar karena jalur jalan yang hanya 2 ruas dipotong 1 untuk jalur khusus bis, akibatnya kendaraan lain terpaksa menggunakan jalur khusus bis dan mengakibatkan kemacetan bagi jalur khusus bis tersebut. Mungkin ada di jalur khusus lain yang mengalami hal tersebut. Mungkin juga dikemudian hari jalur khusus bis akan “menghilang” karena ketidak-tegasan Pemda dalam menetapkan fungsi khusus jalur khusus bis ini. Akhirnya pembangunan tidak menyentuh masyarakat melainkan sekedar penghabisan uang dengan alasan “untuk masyarakat”.

Konsistensi Pemda untuk penanganan kemacetan memang masih ditunggu…